Kamis, 29 Desember 2011

03.51 - 1 comment

~~ Pria Dengan Empat Istri ~~

Alkisah, Terdapatlah seorang Pria yang memiliki 4 Istri, Dia hidup sebagai Pengusaha yang Kaya Raya, dalam keberlimpahan 3 Ta : harTa, Tahta dan WaniTa.

Kepada Istri yang ke-4, Ia Teramat mencintainya, dia begitu cantik dan rupawan. Diberikannya oleh sang Suami pakaian serba mewah, perhiasan dan perawatan yang intensif. Sungguh, segala yang terbaik ia berikan kepada istri ke-4 nya ini.

Kepada Istri yang ke-3, Tak Kalah, ia juga sangat mencintainya. Sang istri teramat Manis dan Manja, Walau tidak semewah istri ke-4, Eloknya dapat menyihir hati para Lelaki, termasuk dirinya, senyumnya yang indah serta tutur katanya yang baik, memberi kesan bahwa ia amat di idamkan oleh pria manapun. Seringkali ia memamerkan istri ke-3 nya ini kepada teman - temannya. Sungguh, dia sangat bangga. Walaupun terkadang suaminya berfikir, sang Istri bisa saja berselingkuh dengan pria lain.


Kepada Istri yang ke-2, ia juga mencintai dan menyayanginya, Sang Istri begitu perhatian dan selalu sabar atas apa - apa yang menimpa suaminya, seringpula ia memberikan masukan - masukan yang dapat mendongkrak usaha suaminya. Kehandalannya dalam mengorganisir sesuatu, hingga suaminya dalam masa sulit sekalipun, ia dapat melaluinya. Istri ke-2 ini adalah tangan kanan suaminya.

Berbeda dengan yang lain, kepada Istri yang Pertama. Sang Istri adalah mitra dalam keluarganya, Ia memiliki sifat keibuan, Kasih sayang dan Cinta begitu besar ia berikan pada suaminya, seringkali ketika ia bertengkar dengan istri - istri yang lain, Istri pertama ini selalu dapat menghibur hati suaminya. Kontribusi yang sangat besar pun ia berikan untuk kesuksesan Bisnis sang Suami. Selain itu, ia pula yang mengurus Keluarga dan Mengatur Kekayaan. Namun ia, tak pernah sekalipun meminta apa yang tidak ia berikan kepadanya, Kesederhanaan dan Ketekunan adalah kepribadiannya. Namun sayang, Sang Suami Tidak Pernah Mencintainya Sedikitpun. Walaupun sering, Sang Istri telah banyak berusaha mendapatkan perhatiannya.

Suatu ketika, Sang Suami Terkena penyakit. Telah banyak rumah sakit dan pengobatan alternatif ia kunjungi, Namun, tak ada tanda - tanda sedikitpun Sang Suami akan sembuh dari penyakitnya. Dalam hatinya ia berkata, "Mungkin ajalku sudah dekat. Padahal aku mempunyai empat orang istri. Jika aku mati, sudah barang tentu aku akan kesepian. Betapa merananya aku". Ratapnya. Lalu ia memanggil ke empat istrinya.
Kemudian berkumpulah Sang Suami beserta Istri - istrinya. Tapi tunggu, Istri pertama tidak juga muncul. Mereka terus menunggu, namun tak kunjung datang, hingga akhirnya Sang Suami memutuskan untuk bertanya kepada istri - istrinya. dipersilahkannyalah para Istri untuk menunggu diluar, satu per satu ia panggil kedalam.

dimulai dari istri ke-4. Sang Suami bertanya kepadanya,
Suami :"Kau adalah Istri yang Paling aku cintai, Segala kemewahan dan Perawatan telah kuberikan kepadamu dan hari ini aku sedang sekarat, Sudikah kiranya kau untuk menemaniku?".
Istri:"Tidak".
Kemudian ia pergi berlalu,tanpa bicara sepatah katapun, membanting pintu dan mengumpat dalam hati, "manamungkin setelah kudapatkan kemewahan ini, kemudian aku tinggalkan begitu saja?". Dalam hati sang Pengusaha, ini adalah pengkhianatan yang besar, hatinya benar - benar teriris.
Kemudian datanglah istri yang ke -3, Ia pun bertanya kembali kepadanya,
Suami : "Segala Curahan kasih dan sayang, telah Kuberikan padamu, hari ini ajalku hampir tiba. Maukah kau menemaniku?".
Istri : "Tidak Mungkin. Hidup ini indah, Jika kamu meninggal, saya tentu akan menikah lagi dengan orang lain, terlalu berharga jika aku harus pula mengorbankan nyawaku."
terhenyaklah suaminya, Ia sungguh merasakan penderitaan yang dalam.
Lalu datanglah Istri yang ke-2, sekali lagi, ia kembali kepadanya.
Suami : "Kau adalah orang kepercayaanku, kau selalu ada bersamaku saat aku dalam masa - masa sulit. Kini aku ingin meminta tolong kembali kepadamu. Hari ini malaikat maut akan mencabut nyawaku, Berkenankah kau untuk menemaniku wahai Istriku?
Istri : "Maaf, Saya tidak dapat membantumu untuk masalah ini, Jika kau benar - benar meninggal, mungkin aku hanya bisa memandikan, menyolatkan, dan mengantarkanmu hingga ke liang lahat
Jawaban ini benar - benar meluluhlantahkan hati sang Pengusaha Kaya. hatinya hancur Lebur.

"Sekonyong - konyong datanglah Istri Pertama, Tubuhnya begitu kurus tidak terawat, bahkan suaminya mungkin tidak Mengenalinya sebagai Istri, Badannya seperti kekurangan Gizi"
Ketika, Sang Suami memalingkan mukanya atas jawaban dari Istri yang kedua, Menyahutlah dari balik pintu suara Istri Pertamanya,"Tunggu, Aku akan Mengikutimu kemanapun kamu pergi, apapun yang terjadi padamu, Sudah tentu aku pasti akan mengikutimu, Maafkan aku, aku datang terlambat".
Lalu mendongaklah kepala suaminya itu, ia melihat istri pertamanya, dengan suara terbata - bata karena haru, ia pun berkata :
Suami : "Sungguh, Seharusnyalah aku menjagamu dengan baik, semestinya aku Mengindahkanmu, selayaknya aku memperlakukanmu dengan Benar". Berderailah air mata, mereka berpeluk erat.

INSIDE :
Sahabatku, Sebenarnya dalam hidup kita masing - masing memiliki 4 Istri,
1. Istri ke - 4, merupakan Tubuh kita, Tak terhitung berapa banyak Uang dan waktu yang kita keluarkan hanya untuk terlihat Sehat dan Menarik. Tapi, pada akhirnya Ketampanan atau kecantikan, akan kita tinggalkan ketika kita mati.
2. Istri ke - 3, merupakan tahta dan harta benda kita, ketika kita tiada, maka akan berpindah pada orang lain.
3. Istri ke -2, merupakan Orang tua, sanak Saudara dan Sahabat - sahabat kita, Tak peduli sedekat apa kita dengan mereka ketika kita hidup, yang terjauh yang bisa mereka lakukan adalah mengantarkan jenazah kita ke liang lahat.
4. Istri Pertama,  merupakan amal ibadah kita. Kita sering sekali mengabaikannya, memilih dunia ketimbang akhirat, hingga pada akhirnya Jiwa ini haus dan mencari pelarian dengan terus mengeruk dunia, padahal satu - satunya yang akan mengikuti kita hingga akhirat kelak adalah amalan ibadah kita.


JADI, Apakah kita masih tidak Peduli dengan Amalan Ibadah kita? Maukah kita mati dalam kesengsaraan karena tidak mengurusnya? Belum terlambat, Marilah kita berbenah diri.

“Ya Allah, perbaikilah bagiku agamaku dimana ia adalah pelindung segala urusanku, perbaikilah (kehidupan) duniaku yang di dalamnya aku hidup, perbaikilah (kehidupan) akhiratku yang menjadi tempat kembaliku, jadikanlah kehidupan (dunia ini) sebagai penambah setiap amal kebaikan bagiku, dan jadikanlah kematian sebagai istirahat bagiku dari segala kejahatan.” (HR. Muslim).
Amiin.

1 komentar:

Berfikir dan jadilah Lebih baik

Posting Komentar